STY: Orang-orang Remehkan Pengalaman Saya Latih Timnas Indonesia

Seoul – Pelatih Shin Tae-yong (STY) kembali menjadi sorotan setelah buka suara terkait pengalamannya melatih Timnas Indonesia. Ia menilai banyak pihak yang meremehkan pencapaiannya selama membesut Garuda, padahal prestasi yang diraih di level internasional cukup signifikan.

STY Akui Banyak yang Meremehkan Pengalamannya di Indonesia

Setelah resmi dipecat dari kursi pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong menilai bahwa sebagian publik Korea Selatan belum memahami perjalanan dan tantangan yang ia hadapi saat menangani Timnas Indonesia. Pelatih berusia 54 tahun itu bahkan menyebut pengalamannya bersama Garuda sering dianggap sepele oleh para kritikus sepak bola Korea.

“Orang-orang terus meremehkan pengalaman saya di Indonesia, tetapi bagaimana mungkin tim peringkat 127 FIFA bisa mengalahkan Arab Saudi atau bermain imbang dengan Australia? Itu omong kosong,” tegas STY dalam wawancara eksklusif bersama KBS.

Penyebab Pemecatan dari Ulsan HD

Ulsan HD memecat Shin Tae-yong setelah dua bulan masa kerja, dengan hasil 2 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kekalahan dari 10 pertandingan. Salah satu kekalahan terburuk adalah saat kalah 0–4 dari Gimcheon Sangmu. Namun, STY menolak anggapan bahwa dirinya dipecat karena taktik yang gagal.

“Saya pikir kegagalan saya disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang urusan internal klub, bukan karena taktik. Saya 100 persen tidak setuju dengan kritik bahwa gaya permainan saya tidak cocok di K-League,” ujar Shin Tae-yong.

Ia juga menepis isu miring yang menyebut dirinya melakukan kekerasan verbal atau fisik terhadap pemain. “Saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada pemain, baik di Korea maupun saat melatih Indonesia,” tegasnya.

Filosofi Kepemimpinan Shin Tae-yong

Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan ke Piala Dunia 2018 itu menjelaskan bahwa filosofi sepak bolanya adalah membangun hubungan emosional yang kuat dengan pemain. Menurutnya, pendekatan yang humanis lebih efektif untuk membangun tim yang solid dan berkarakter.

“Filosofi saya sederhana: saya tidak boleh menyumpahi atau melukai pemain. Bahkan di Indonesia, saya sering bercanda dengan para pemain meski tidak selalu mengerti bahasa mereka. Dari situ terbangun kedekatan yang positif,” ungkap STY.

Shin Tae-yong Ingin Fokus Kembali ke Sepak Bola Asia

Meski kini tanpa klub, STY menegaskan dirinya tetap berkomitmen melanjutkan karier di dunia sepak bola Asia. Ia mengaku banyak belajar dari pengalaman di Indonesia yang membentuk mental dan filosofi kepelatihannya.

“Kalau klub memberi saya kepercayaan dan kekuatan, saya yakin bisa membawa tim masuk enam besar. Pengalaman saya di Indonesia bukan hal kecil, tapi modal besar untuk melatih dengan lebih baik,” ujarnya menutup wawancara.

Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia
Shin Tae-yong menepis anggapan bahwa pengalamannya melatih Timnas Indonesia tidak relevan dengan sepak bola modern.

By 0kdms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *