Pramono Setuju Alih Fungsi Trotoar di TB Simatupang demi Atasi Macet
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui rencana alih fungsi sebagian trotoar di kawasan TB Simatupang sebagai langkah untuk mengurai kemacetan. Kebijakan ini diputuskan karena banyaknya proyek strategis nasional yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Alasan Pramono Dukung Alih Fungsi Trotoar
Pramono menegaskan bahwa solusi untuk mengatasi kemacetan lebih penting daripada mempertahankan trotoar yang saat ini tidak nyaman digunakan. Menurutnya, hampir setiap 50 meter terdapat galian proyek yang membuat pejalan kaki kesulitan.
Peran Dishub dan Dinas Bina Marga
Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Dinas Bina Marga akan memanfaatkan sebagian trotoar di kawasan TB Simatupang untuk menambah lajur kendaraan. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur agar arus lalu lintas bisa kembali menjadi minimal dua lajur.
- Menambah lebar lajur lalu lintas di area Cibis Park.
- Mengurangi dampak penyempitan jalan akibat proyek pipanisasi dan saluran limbah.
- Memberikan rute alternatif bagi masyarakat.
- Mendorong penggunaan transportasi umum.
Kondisi Macet di TB Simatupang
Saat ini kepadatan lalu lintas di TB Simatupang sangat parah akibat proyek infrastruktur seperti pipanisasi, pembangunan saluran limbah, hingga pembangunan complete street. Beberapa ruas jalan bahkan hanya tersisa satu lajur.
Syafrin mengimbau masyarakat untuk menggunakan rute alternatif atau beralih ke angkutan umum agar beban lalu lintas di kawasan tersebut dapat berkurang.
Kesimpulan
Kebijakan alih fungsi trotoar TB Simatupang menjadi solusi sementara untuk mengurai kemacetan yang semakin parah. Meski menuai pro-kontra, langkah ini dianggap penting demi kelancaran mobilitas masyarakat di Jakarta Selatan.