Kota Tanpa Matahari: Kisah Kowloon Walled City, Permukiman Paling Padat dan Gelap di Dunia
Jakarta – Kowloon Walled City dikenal sebagai salah satu permukiman paling padat di dunia, bahkan dijuluki City of Darkness karena rumah-rumah penduduknya jarang terkena sinar matahari. Luas wilayah ini hanya 2,7 hektare, namun terdapat lebih dari 500 bangunan bertingkat yang dihuni oleh 35.000 jiwa.
Kepadatan dan Kehidupan Warga Kowloon
Rumah-rumah penduduk sangat kecil, rata-rata 4 meter persegi. Bangunan bertumpuk hingga 5–10 lantai atau lebih. Kabel listrik menjuntai, pipa saluran air berserakan, dan tangga berliku menghubungkan setiap blok. Warga lantai dasar jarang mendapat udara segar atau cahaya matahari, sehingga lampu menyala 24 jam sehari.
- Hawa pengap dan panas di musim panas
- Bau sampah menyebar karena warga membuang dari lantai atas
- Tak ada aturan resmi, kawasan dikuasai triad dan gangster
- Padatnya permukiman membuat Kowloon menjadi kota terpadat di dunia pada masanya
Sejarah Kowloon Walled City
Sebelum menjadi permukiman padat, Kowloon Walled City adalah benteng kecil era Dinasti Sung (960-1297) untuk menampung tentara kekaisaran China. Abad ke-19, Inggris menguasai Hong Kong, namun Kowloon tetap di bawah pengawasan China. Pemerintah China tak mengurus area ini, sehingga bebas pembangunan liar.
Pasca Perang Dunia II, pengungsi dari perang sipil China menetap di Kowloon. Tanah tak dikenakan pajak dan harga sewa rendah menjadi alasan utama pemukiman terus berkembang. Pada 1980-an, tercatat 35.000 orang tinggal di kawasan ini, dengan bangunan bertingkat hingga 10 lantai.
Kehidupan dan Aktivitas di Kota Tanpa Matahari
- Rumah bertumpuk seperti Lego, awalnya semi permanen 1-2 lantai, lalu 4–5 lantai
- Beberapa bangunan mencapai lebih dari 10 lantai
- Tidak ada jendela bagi sebagian rumah karena tertutup bangunan tetangga
- Kawasan dijadikan sarang kriminal, pabrik narkoba, dan industri rumahan
- Penduduk mendapat penghasilan dari pabrik mainan, plastik, dan makanan
Nasib Kowloon Walled City Kini
Pemerintah Inggris dan China akhirnya memutuskan membongkar Kowloon Walled City pada 1993-1994 demi kesehatan, keamanan, dan tata kota. Seluruh penduduk direlokasi dan menerima ganti rugi. Bekas kawasan ini kini menjadi Kowloon Walled City Park, dengan beberapa bangunan bersejarah seperti Gedung Yamen dan gerbang pintu masuk yang dipertahankan.
Kowloon Walled City tetap menjadi kenangan unik sejarah urban dunia, simbol ekstrem kepadatan, kreativitas warga, sekaligus kekacauan tata kota di era pra-modern Hong Kong.
Penulis: Redaksi Sejarah & Fenomena Dunia
