Pertama Kali dalam 135 Tahun, Tjong A Fie Mansion di Medan Terendam Banjir!
Jakarta – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Utara beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di beberapa titik, termasuk Kota Medan. Yang mengejutkan, Tjong A Fie Mansion—salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di Medan—untuk pertama kalinya dalam 135 tahun ikut terendam banjir.
Kabarnya, peristiwa langka ini dibagikan langsung oleh cicit Tjong A Fie, Anggiea Prawira Tjong melalui akun Instagram @anggieatjong. Ia memperlihatkan kondisi rumah-museum tersebut saat air mulai masuk ke area pekarangan dan sebagian ruangan.
Kali Pertama Sejak 1895, Tjong A Fie Mansion Kebanjiran
Dalam unggahan video, Anggiea menulis, “Untuk pertama kalinya dalam 135 tahun, Rumah Tjong A Fie, yang kini menjadi museum yang melestarikan warisan multikultural Medan telah terendam banjir.”
Air tampak menggenangi halaman depan rumah dan jalan di sekitar gerbang. Dari unggahan lain, terlihat air keruh merembes melalui celah bawah pintu, membasahi tegel lantai bermotif, furnitur kayu, dan sejumlah guci keramik yang menjadi koleksi museum.
Anggiea mengaku keluarganya telah mencurahkan perhatian besar untuk merestorasi bangunan ini. Namun kejadian ini menjadi pengingat bahwa kondisi lingkungan dan iklim di Kota Medan semakin mengkhawatirkan.
Kerusakan Akibat Banjir di Area Museum
Dari pantauan yang dibagikan, banjir menyebabkan beberapa bagian bangunan mengalami dampak, seperti:
- Genangan air yang memasuki ruangan utama museum
- Furnitur kayu dan ornamen lawas terkena rembesan air
- Tegel klasik dan keramik Venesia tertutup air keruh
- Pekarangan depan, termasuk gerbang, terendam cukup tinggi
Meski belum ada laporan soal kerusakan struktural, pihak keluarga tampak khawatir karena bangunan tersebut merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.
Sejarah Singkat Tjong A Fie Mansion
Tjong A Fie Mansion bukan sekadar rumah tua. Ini adalah simbol multikulturalisme Medan dan salah satu peninggalan bersejarah paling berharga di Sumatera Utara.
1. Dibangun pada Tahun 1895
Rumah ini dibangun oleh Tjong A Fie, seorang saudagar kaya asal Guangdong, China, yang lahir pada tahun 1860 dan datang ke Sumatera pada usia 17 tahun. Ia membangun kerajaan bisnis yang sukses, serta menjadi tokoh penting dalam perkembangan Kota Medan.
2. Memiliki 35 Kamar di Lahan 8.000 Meter Persegi
Bangunan ini memiliki dua lantai dengan total 35 kamar. Desainnya merupakan perpaduan unik antara budaya China, Melayu, dan Eropa, lengkap dengan prinsip feng shui.
3. Dipenuhi Detail Arsitektur Berkelas
- Lantai keramik Venesia
- Lampu bergaya China–Eropa
- Langit-langit bercorak phoenix dan kupu-kupu
- Dua patung singa samsi yang menjaga pintu masuk
Simbol ‘Sumur Surga’ di Tengah Bangunan
Salah satu ciri khas rumah ini ialah halaman luas di bagian tengah yang dikelilingi kamar-kamar, melambangkan konsep ‘Sumur Surga’ dalam kepercayaan Tionghoa.
Desain seperti ini dipercaya membawa keberkahan dan keseimbangan energi bagi penghuni rumah.
Banjir Jadi Pengingat Kerentanan Warisan Sejarah
Keluarga besar Tjong A Fie menyampaikan keprihatinan mendalam. Banjir ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dan tata kelola air di Medan memerlukan perhatian serius. Situs sejarah seperti Tjong A Fie Mansion pun kini tidak luput dari risiko.
Bangunan bersejarah wajib dijaga bukan hanya oleh keluarga pemilik, tetapi juga oleh pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya kota.
Penutup
Banjir yang merendam Tjong A Fie Mansion untuk pertama kalinya dalam 135 tahun menjadi peringatan penting tentang perlunya menjaga lingkungan dan warisan budaya. Semoga upaya pemulihan dapat segera dilakukan agar museum bersejarah ini tetap bertahan sebagai simbol keberagaman Kota Medan.
