4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Ginjal Rusak, Nomor 1 dan 2 Sering Dilakukan
Banyak orang memulai pagi dengan rutinitas sederhana seperti minum kopi, mandi, atau langsung beraktivitas. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan kecil di pagi hari justru dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan ginjal. Padahal, ginjal berperan penting dalam menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur tekanan darah.
Dilansir dari ahli urologi bedah robotik asal Chennai, dr Venkatsubramaniam, sejumlah rutinitas harian dapat secara perlahan menurunkan fungsi ginjal jika dilakukan terus-menerus. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Tidak Minum Air di Pagi Hari
Setelah tidur 6–8 jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Ginjal tetap bekerja menyaring racun meski cairan tubuh berkurang. Jika minuman pertama yang dikonsumsi adalah kopi atau teh, ginjal dipaksa bekerja lebih keras karena sifat diuretik dari kedua minuman tersebut.
Minum segelas air putih di pagi hari membantu proses detoksifikasi dan menjaga fungsi filtrasi ginjal. Penelitian dalam Obesity Facts menyebutkan bahwa konsumsi air yang cukup dapat mencegah pembentukan batu ginjal karena mampu mengencerkan mineral penyebab kristal.
Dehidrasi ringan yang terjadi berkepanjangan dapat menimbulkan kelelahan, sakit kepala, dan warna urine yang pekat.
2. Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama
Banyak orang menunda ke kamar mandi demi menyelesaikan rutinitas pagi. Padahal, kebiasaan menahan buang air kecil dapat memberi tekanan pada kandung kemih dan ginjal.
Penelitian dalam Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa menahan kencing lebih dari tiga jam dapat meningkatkan tekanan darah, yang menjadi indikator stres pada ginjal. Kebiasaan ini juga dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK), dan dalam kasus berat, infeksi bisa menyebar ke ginjal sehingga merusak fungsi filtrasi.
3. Tidak Cukup Rehidrasi Setelah Olahraga
Olahraga pagi memang menyehatkan, tetapi banyak yang melupakan proses rehidrasi setelah berkeringat. Hanya mengonsumsi air putih terkadang tidak cukup untuk mengganti elektrolit yang hilang terutama setelah olahraga intens.
Penelitian dalam Nutrients Journal menyebutkan bahwa minuman yang mengandung natrium dan karbohidrat lebih efektif untuk rehidrasi setelah aktivitas berat. Kekurangan cairan dapat menurunkan aliran darah ke ginjal, meningkatkan risiko dehidrasi, dan memicu pembentukan batu ginjal.
Karena itu, penting untuk minum sebelum dan sesudah olahraga serta mengganti elektrolit saat aktivitas berlangsung lama atau dalam cuaca panas.
4. Melewatkan Sarapan
Mengabaikan sarapan sering dianggap cara cepat untuk menghemat waktu atau menurunkan berat badan. Namun, tidak makan pagi dapat berdampak negatif pada ginjal dan jantung.
Ketika tubuh tidak mendapat energi yang cukup, kadar gula darah turun dan memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi garam atau olahan di siang hari. Asupan garam berlebih merupakan salah satu faktor risiko utama kerusakan ginjal dan tekanan darah tinggi.
Penelitian dalam International Journal of Nephrology menegaskan pentingnya pola makan teratur dan pengendalian konsumsi garam untuk menjaga kesehatan ginjal. Sarapan bernutrisi seperti protein, buah, dan biji-bijian utuh membantu menstabilkan energi, hormon, dan tekanan darah.
Kesimpulan
Kesehatan ginjal sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari, termasuk rutinitas kecil di pagi hari. Dengan memperbaiki pola minum, tidak menahan buang air kecil, mengelola hidrasi setelah olahraga, serta tidak melewatkan sarapan, risiko kerusakan ginjal dapat diminimalkan. Memulai pagi dengan kebiasaan sehat adalah investasi jangka panjang untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
