Israel Serang Gaza Saat Gencatan Senjata, AS: Bukan Pelanggaran
Israel Serang Gaza Saat Gencatan Senjata menjadi sorotan global setelah militer Israel melancarkan serangan udara pada Sabtu (25/10/2025) di Jalur Gaza bagian tengah, sementara perjanjian gencatan senjata masih berlaku. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Apa yang Terjadi?
Menurut keterangan resmi militer Israel, serangan tersebut menargetkan seorang anggota kelompok Jihad Islam yang diduga merencanakan serangan terhadap pasukan Israel (IDF). Media Palestina menyebut bahwa serangan tersebut mengenai sebuah mobil warga sipil di kawasan Nuseirat dan mengakibatkan beberapa korban luka. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Sikap Amerika Serikat
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, menyatakan serangan tersebut “tidak kami pandang sebagai pelanggaran gencatan senjata”. Dalam pernyataannya dari dalam pesawat kepresidenan AS, Rubio menekankan bahwa Israel tetap memiliki hak untuk membela diri sesuai kesepakatan yang dimediasi oleh AS, Qatar, dan Mesir. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Hak Membela Diri vs Gencatan Senjata
Rubio menyitir bahwa gencatan senjata yang masih berlaku antara Israel dan Hamas mensyaratkan kewajiban kedua belah pihak, namun tidak menghapus hak Israel atas tindakan defensif jika ada ancaman yang segera terjadi. “Mereka memiliki hak jika ada ancaman yang akan segera terjadi terhadap Israel, dan semua mediator menyetujui hal itu,” kata Rubio. :contentReference[oaicite:7]{index=7}
Implikasi & Tanggapan
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh bisa terganggu. Meski AS menyatakan tidak ada pelanggaran, kelompok militan jihad di Gaza mengecam tindakan Israel. Sebelumnya, Hamas telah menyerahkan sebagian jenazah sandera dalam kerangka perjanjian gencatan senjata, namun progres masih terbatas. :contentReference[oaicite:8]{index=8}
Atas dasar ini, para analis menyebut bahwa setiap aksi militer yang dipandang ofensif oleh satu pihak bisa memicu eskalasi baru. Karena itu, stabilitas gencatan senjata tidak hanya bergantung pada kata-kata, tetapi juga implementasi di lapangan.
Kesimpulan
Serangan Israel di Gaza saat gencatan senjata menjadi ujian bagi kesepakatan yang sudah disepakati. Meskipun AS menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan pelanggaran, kondisi di lapangan tetap mengandung potensi konflik yang lebih besar. Pihak internasional kini menanti bagaimana kedua belah pihak—Israel dan Hamas—akan menanggapi langkah ini dan apakah gencatan senjata benar-benar dapat dipertahankan.
